Destinasi wisata Instagramable ter Anyar di Sukabumi.

Setelah menikah dan punya anak kalian masih mau mendaki atau memilih pensiun?
Pertanyaan mainstream yang sering terlontar dari mulut para penikmat ketinggian, namun untuk saya pribadi lebih memilih untuk tetap buka tenda, dengan suasana berbeda tentunya. Apa lagi bila berjodoh dengan seseorang yang tidak hobi naik gunung, disini kita harus bisa memutar ide agar bisa merasakan udara sejuk pegunungan, namun tetap memanjakan pasangan. Tiada salahnya juga sekalian mengenal kan hobi kita pada keluarga, walau mungkin pada awalnya harus di bujuk dengan ratusan rayuan, niscaya satu waktu pasti kan luluh juga. 
Untuk itu perlu kiranya mencari tempat nyaman, dengan jarak yang tidak terlalu jauh dari jakarta, serta memiliki suasana alam yang masih asri dan pastinya dapat sedikit mengobati kerinduan akan ketinggian.
Pilihan saya akhirnya tertuju pada kawasan Taman Nasional Gede Pangrango, wisata alam Situ Gunung, tepatnya. Terletak pada ketinggian kurang lebih 850 mdpl, menyajikan panorama alam yang indah, ditambah lagi dengan udara yang segar sepertinya bisa membuat saya dan keluarga betah berlama-lama di tempat ini. Selain itu, jarak tempuh dari jakarta pun sepertinya tidak terlalu memakan waktu, bisa oneday trip, dan sesuai niat sebelumnya disini bisa buka tenda juga setidaknya untuk dua hari satu malam. 

Untuk perjalanannya sendiri, ke Sukabumi memang paling cepat menggunakan kendaraan pribadi, apalagi setelah dibukanya ruas Tol Bocimi, yang konon bisa memangkas waktu tempuh cukup signifikan. Tapi biar lebih greget tidak ada salahnya mencoba menggunakan akses umum untuk mencapai Situ Gunung sampai ke depan gerbangnya. Dijamin punya sensasi dan pengalaman yang berbeda berjalan ala backpacker dengan sejuta pemanis mata.

Disini saya menggunakan KRL Commuterline, dari Jakarta - Bogor hanya menyedot saldo e-money sebesar Rp. 6.000,- 

Selanjutnya dari stasiun Bogor, kita berpindah stasiun ke stasiun Paledang Bogor. Stasiun Palendang,  merupakan stasiun kecil  yang letaknya berada di belakang rumah makan cepat saji KFC, berjarak sekitar 500 meter an dari depan pintu keluar stasiun Bogor.

Stasiun Paledang Bogor
Dari stasiun paledang kita naik kereta lokal Bogor-Sukabumi, bernama kereta Pangrango dan turun di stasiun Cisaat. Kereta lokal ini menggunakan sistem reservasi seperti kebanyakan kereta antar provinsi. Tiket kereta dapat dipesan jauh-jauh hari ataupun membeli langsung di stasiun Paledang, asalkan masih ada ketersediaan kursi tentunya. Kereta Pangrango memiliki jadwal 3 kali keberangkatan setiap harinya yaitu pada Pukul 07.50 WIB, Pukul 13.10 WIB dan Pukul 18.30 WIB pulang pergi. Sekitar kurang dari dua jam, kita sudah bisa sampai di stasiun Cisaat. Kereta Pangrangro menyediakan dua kelas tempat duduk, yaitu kelas eksekutif serharga Rp. 80.000 dan kelas ekonomi serharga Rp 35.000.

Rute Kereta Api Pangrango
Mulai dari stasiun Cisaat, untuk bisa naik kendaraan umum kita harus berjalan dahulu keluar gang stasiun ke jalan raya. Berjarak sekitar 100 meter an,  barulah disana  kita bisa naik angkot berwarna biru yang menuju ke arah polsek Cisaat. Angkotnya sendiri kita cari yang menuju ke arah kanan dari gang keluar stasiun, jadi kita harus menyebrang jalan raya terlebih dahulu. Waktunya sekitar  5 menit untuk mencapai pertigaan jalan besar dengan ongkos Rp.3.000,-.

Stasiun Cisaat
Dari pertigaan besar,  jalan kaki sedikit kearah kanan, kita akan menemukan marka jalan yang menunjukan lokasi wisata Situ Gunung, terpampang besar diatas bangunan pertokoan dan bersebrangan dengan polsek Cisaat. 

Pertigaan Polsek Cisaat
Disana kita naik angkot warna merah yang biasa cari penumpang di depan pertokoan pasar. Angkot ini akan membawa langsung kalian ke depan pintu gerbang wisata Situ Gunung dengan biaya Rp.10.000 saja. Selama 20 menit, perjalanan kita akan disuguhi dengan jalanan aspal yang menanjak.


Untuk berkemah di tempat yang masih  dalam kawasan taman nasional gunung Gede Pangrango ini, di haruskan membayar Rp. 30.000 pada weekday dan Rp 35.000 pada saat weekend per orangnya, kalian dapat berkemah untuk 2 hari satu malam. Walaupun pada tiket tertera hanya Rp 24.000, tapi menurut informasi sisanya adalah biaya untuk pemeliharaan.


Tiket berkemah
Lain hal bila ingin uji nyali mengunjungi dan berselfie ria di jembatan gantungnya, disini dikenakan tarif tiket senilai  Rp 50.000,- biaya tersebut sudah termasuk  curug Sawer, welcome drink dan safety belt saat melewati jembatan gantung. Tempat ini di fasilitasi mushola, toko pernak-pernik dan makanan serta ada banyak toilet diberbagai tempat.



Tiket masuk jembatan gantung
Kalian pasti penasaran destinasi apa saja sih yang ada di situ gunung. yang pertama kita kunjungi  pastinya adalah,

1. Danau Situ Gunung


Letak danau Situ Gunung berada pada jarak sekitar 1 km dari tempat parkir atau gerbang masuk. Bisa diakases dengan jalan kaki ataupun ojek. Terdapat ojek-ojek di dalam tempat wisata yang akan mengantar pengunjung ke danau. Tapi tak salah jika mencoba jalan kaki saja. Merasakan udara segar sambil berjalan menanjak pada jalan yang dibuat berkelok-kelok. Bahkan ada saja sudut-sudut yang sebut saja sangat instragamable. 

Ketika sampai di kawasan danau, mata kalian akan disuguhi pemandangan danau khas yang dikelilingi pepohonan dan sederet warung yang menawarkan dagangannya. Pengunjung juga bisa mengelilingi danau dengan rakit ataupun bersantai saja di pinggiran menikmati suguhan semesta. Selain itu, pada jalur inilah terdapat Loop Trail untuk mengelilingi danau dengan bonus perjalanannya, curug Cimanaracun yang berjarak sekitar 2 km. Disarankan kesini pada waktu pagi hari untuk menikmati waktu matahari terbit. 

2. Jembatan Gantung


Sebenarnya jembatan gantung ini dibuat untuk mempersingkat perjalanan ke curug Sawer, yang tadinya berjalan kaki biasa memakan waktu satu jam tapi dengan melewati jembatan ini cukup dengan waktu 15 menit saja. Tapi siapa sangka jembatan gantung ini yang konon menjadi jembatan gantung terpanjang se-Indonesia bahkan menjadi lebih terkenal dibanding tempat tujuannya, curug Sawer.

Setelah memasuki gerbang, pemandangan khas pegunungan ala hutan lebat akan terasa disini. Ditambah jalanan yang masih alami menambah perjalanan semakin menarik. Kemudian akan ditemui panggung yang lengkap dengan kusrsi penontonnya yang terbuat dari kayu berjejeran rapi. Selain itu, welcome drink dapat diambil disamping tempat ini. Kebanyakan pengunjung mengambilnya pada perjalanan pulang dari curug Sawer.


Welcome drink berupa teh, kopi, pisang rebus dan singkong rebus
Tepat di seberang pondok welcome drink terdapat juga wilayah bagi pengunjung yang ingin lapar. Pengelola menamakan tempat ini dengan nama ‘de botram gede pangrarango. Rata-rata pengunjung di tempat ini merupakan pengunjung yang pulang dari jembatan. Masakan yang tersedia di sini kebanyakan makanan umum seperti nasi goreng, ayam goreng, dan berbagai macam nasional lainnya. Soal harga tidak usah khawatir karena harganya tidak terlalu jauh dengan harga normal di pasaran.


Sebelum jembatan gantung, tedapat tempat lumayan besar untuk berteduh dan untuk menunggu antrian dipakaikan sabuk pengaman. Sabuk ini dilengkapi dengan carabiner yang bertujuan untuk mengamankan pengunjung saat diterpa angin kencang sewaktu-waktu, dengan cara mengaitkan carabiner ke pegangan jembatan. Jembatan gantung ini hanya mampu menahan 40-50 orang untuk sekali lewat.

Pemakaian sabuk pengaman
Nah sekarang sudah aman untuk melewati jembatan. Jembatan gantung ini memiliki lebar 2 m, panjang 250 m dan ketinggian 150 m.  Dipercantik dengan suguhan pemandangan hutan lebat dan view gunung Gede Pangrango. 

3. Curug Sawer

Curug Sawer
Tidak jauh dari jembatang gantung, jalanan akan mulai menurun. Sekitar 10 menit pengunjung akan sampai di curug Sawer. Curug Sawer berada di ketinggian 1025 mdpl dan ketinggian mencapai 35 m. Pengunjung dapat melepas lelah dengan sekedar berendam kaki atau bermain-main air di dekat curug.

Jika sudah selesai bermain dengan air terjun dan ingin kembali ke atas ada 2 pilihan jalan. Pertama, pengunjung bisa menanjak balik lagi ke Jembatan Gantung Situ Gunung atau yang ke-dua bisa menggunakan OJEK. Jadi ketika saya keluar dari wilayah air terjun langsung ada beberapa orang yang mendatangi saya dan menawarkan jasa OJEK, namun karena saya ingin mencoba kembali sensasi di Jembatan jadi ya ikhlas saja nanjak dengan kaki walaupun cukup pegal.

Estimasi biaya

Tiket KRL pp Rp 8.000 x 2 = Rp 16.000

Kereta Pangrango ekonomi pp Rp 35.000 x 2 = Rp 70.000

Angkot biru pp Rp 3.000 x 2 = Rp 6.000

Angkot merah pp Rp 10.000 x 2 = Rp 20.000

Tiket berkemah Rp 30.000

Tiket masuk jembatan gantung Rp 50.000

Total Rp 192.000


Sekedar Tips

Rencanakan berapa lama liburan di kawasan situ gunung, menginap atau pulang pergi, dan sesuaikan dengan jadwal kereta(Reservasi Tiket). 
Bagi yang ingin pergi sehari pulang-pergi dapat membeli tiket kereta Pangrango yang pagi hari dan pulang di waktu petang. 
Untuk yang berniat menginap dapat lebih santai. Mengambil jadwal kereta siang dan pulang sore keesokan harinya. 

Bila ingin mendapatkan photo instagramable di jembatan gantung, yang biar terlihat tidak banyak pengunjung di jembatan gantung alias keliatan sepi. Kita bs datang ke situ gunung mengambil paket berkemah, didalam area jembatan gantung situ gunung, hari pertama berangkat naik kereta siang, lalu gunakan waktu untuk  mengunjungi danau situ gunung hingga menjelang sore. Sore harinya datangi jembatan situ gunung, lalu bujuk agar operator pintu jembatan dapat membuka pintu jembatan lebih awal di ke esokan harinya. Mintalah dengan cara sopan dan baik, jangan lupa tips untuk beliau. esok nya silahkan nikmati jembatan situ gunung pagi hari dengan kondisi sepi.
Atau bisa juga datang kesana nya di hari kerja, menginap. Niscaya ke esokan harinya bisa menikmati suasana jembatan yang masih sepi 

Sekian sharingnya, semoga bermanfaat.


Ref. Gambar dan  Artikel :

Belum ada Komentar untuk "Destinasi wisata Instagramable ter Anyar di Sukabumi."

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel