Lutut sakit, Antara asam urat atau Trigliserida Tinggi

Lutut sakit, Antara asam urat atau Trigliserida Tinggi
Lutut sakit, Antara asam urat atau Trigliserida Tinggi
Tulisan kali ini saya membahas prihal asam urat dan trigliserida tinggi, bukan apa-apa karena pada dasarnnya ini murni curhatan saya tentang keadaan saya saat ini, (30 November 2018).
Namun sebelum beneran curhat, ada baiknya kita tahu dulu apa itu asam urat dan trigliserida, beserta penyebab juga penanggulangan nya.
Pertama Asam Urat.
Penumpukan asam urat akan membentuk kristal di sendi, yang dapat memicu nyeri dan pembengkakan di berbagai sendi tubuh. Meskipun umumnya terbentuk di sendi, kristal asam urat juga bisa terbentuk di ginjal dan saluran kemih. Kondisi tersebut dapat mengganggu fungsi ginjal atau menyebabkan batu saluran kemih.
Walaupun disebabkan oleh tingginya kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia), tidak semua penderita hiperurisemia terserang penyakit asam urat. Faktanya, hanya 1/3 penderita hiperurisemia saja yang mengalami penyakit ini.
Jadi sebenarnya, penyebab asam urat adalah kadar asam urat itu sendiri yang terlalu banyak di dalam tubuh. Dalam keadaan normal, zat kimia ini akan dikeluarkan oleh tubuh melalui urin dan tinja.

Tetapi, pada orang yang mengalami asam urat, jumlah asam uratnya terlalu banyak dan tidak dapat diolah oleh tubuh. Pada akhirnya, zat tersebut akan membentuk kristal dan menumpuk di sekitar sendi, lalu menimbulkan peradangan.

Lalu apa yang menjadi penyebab asam urat di dalam tubuh tinggi? Penyebab asam urat terlampau tinggi adalah terlalu sering dan banyak mengonsumsi makanan yang mengandung purin. Purin adalah suatu zat kimia yang diproduksi secara alami oleh tubuh, namun terkandung juga di dalam beberapa jenis makanan.

Lalu, apa saja pantangan asam urat yang harus dipatuhi?

1. Mengonsumsi makanan yang tinggi purin

Purin sebenarnya bisa ditemukan di berbagai makanan. Tapi dalam pantangan asam urat, Anda hanya harus menghindari makanan dengan tinggi purin seperti jeroan, kaldu daging, sosis, bebek, dan berbagai jenis seafood. Sementara, makanan yang harus dibatasi yaitu:
  1. Daging dan ayam yang hanya boleh 50 gram per hari
  2. Kacang hijau, kacang kedelai, dan kacang tanah yang boleh dikonsumsi sebanyak 25 gram dalam satu hari
  3. Beberapa macam sayuran contohnya, bayam, kangkung, buncis, kembang kol, daun serta biji melinjo yang masing-masing hanya boleh dimakan sebanyak 100 gram per hari.
Tidak semua makanan menjadi pantangan asam urat, kok. Ada beberapa makanan yang aman untuk dikonsumsi, bahkan dianjurkan seperti makanan yang rendah lemak, buah-buahan yang mengandung vitamin C dan kalium, seperti apel dan pisang yang bisa menolong Anda terhindari dari encok yang kambuh.

2. Tak mengatur pola makan dengan baik

Pantangan asam urat lain yang harus diperhatikan adalah mengelola dan mengatur pola makan dengan baik. Tak hanya melakukan diet rendah purin saja, namun, sebaiknya Anda juga menghindari makanan yang mengandung lemak dan gula yang  tinggi. Selain buruk bagi kesehatan, makanan ini membuat timbangan berat badan Anda mudah melonjak.

3. Tidak minum air yang cukup

Jarang minum air adalah pantangan asam urat selanjutnya. Anda harus menjaga tubuh agar tetap terhidrasi dengan baik dengan minum air yang cukup. Usahakan untuk lebih banyak minum air putih, ketimbang air yang memiliki rasa manis.

4. Tidak melakukan olahraga dengan rutin

Berdiam diri saja di rumah atau bermalas-malasan di dalam kamar adalah salah satu pantangan asam urat yang harus Anda patuhi, jika tidak ingin encok kambuh. Berolahraga rutin dapat membuat Anda menjaga berat badan tetap ideal. Semakin bertambah berat badan Anda akibat malas bergerak, maka semakin sering serangan encok yang dapat Anda alami di kemudian hari.

Semua pantangan asam urat tersebut penting untuk Anda lakukan jika tidak ingin merasakan nyeri dan sakit di persendian. Namun, bisa saja meski Anda sudah mematuhi pantangan asam urat, gejala dapat muncul di kemudian hari. Jika hal ini terjadi, maka lakukan beberapa cara berikut untuk mengatasinya:
  • Angkat tungkai yang terkena serangan encok untuk mengurangi pembengkakan
  • Berikan kompres es pada sendi yang meradang selama sekitar 20 menit
  • Ulangi sesering yang diperlukan tapi pastikan suhu bagian yang dikompres telah kembali normal sebelum mengulanginya lagi.
Trigliserida 
Apa itu trigliserida?
Tubuh memiliki beberapa lemak, di antaranya adalah trigliserida atau nama lainnya triasilgliserol . Lemak ini sangat penting untuk keberlangsungan hidup Anda dan merupakan bentuk utama dari lemak. Triasilgliserol juga terkadang dikenal sebagai ‘lipid’. Ketika Anda memikirkan lemak yang terbentuk dan tersimpan di pinggang dan perut, Anda pasti akan memikirkan trigliserida. Ya, triasilgliserol ini terbentuk dari kalori yang tidak terpakai dan disimpan pada sel lemak.

Lemak triasilgliserol ini juga terbentuk dari produk akhir dari hasil pencernaan makanan. Beberapa diproduksi  dari sumber energi, seperti karbohidrat. Trigliserida digunakan tubuh ketika Anda dalam jeda waktu makan dan saat Anda membutuhkan energi lebih. Hormon di tubuh Anda akan melepaskan lemak ini, sehingga berkurang lagi kalori yang tidak terpakai. Jadi, jika Anda kurang berolahraga dan lebih banyak makan, maka mungkin Anda memiliki jumlah trigliserida tinggi.
Berikut ini kisaran triasilgliserol yang wajib Anda ketahui:

    Normal: kurang dari 150 mg/dL, atau 1,7 mmol/L
    Batas tinggi: 150 hingga 199 mg/dL  (1,8 hingga 2,2 mmol/L)
    Tinggi: 200 hingga 499 mg/dL (2,3 hingga 5,6 mmol/L)
    Sangat tinggi:  500 mg/dL atau di atasnya (5,7 mmol /L atau di atasnya)

Sebelum melakukan tes darah, biasanya Anda harus berpuasa dulu sekitar 9 hingga 12 jam. Tujuan dari puasa tersebut adalah agar darah yang diambil menunjukkan pengukuran tes kadar lemak yang akurat.
Berikut ada makanan penurun trigliserida yang boleh dimakan:
  • Buah-buahan dan sayur-sayuran. Pilih berbagai jenis sayuran hijau, buah-buahan  dan jenis sayuran berwarna lainnya. Contoh, Anda bisa memilih pisang, ubi jalar, buah bi yang bagus untuk jantung.
  • Biji-bijian utuh. Ini termasuk roti gandum dan pasta, beras merah, sereal gandum utuh, dan oatmeal.
  • Lemak “sehat”. Tambahkan salmon dan ikan berlemak lainnya, ditambah minyak zaitun, alpukat, dan kacang-kacangan, untuk asam lemak omega-3.
  • Kacang-kacangan. Kacang kenari, biji rami, dan minyak kedelai. Sumber tambahan asam lemak omega-3 ini adalah pilihan yang sangat baik untuk vegetarian.
  • Makan berprotein tanpa lemak. Sertakan unggas tanpa kulit, daging sapi tanpa lemak, kacang, dan kacang polong.
  • Susu rendah lemak. Sertakan susu skim dan keju rendah lemak.
Tergantung pada seberapa tinggi kadar trigliserida ting dokter Anda akan memiliki pendekatan yang berbeda. Asupan gizi dan langkah-langkah perubahan gaya hidup dianggap sebagai pengobatan utama untuk trigliserida tinggi. Pasien moderat harus membatasi lemak, karbohidrat dan asupan alkohol. Pasien dalam kondisi parah harus mengikuti diet bebas lemak dengan suplemen vitamin larut lemak (vitamin A, D, E, K). Intervensi obat dibutuhkan ketika langkah-langkah ini gagal.


Setelah tahu apa itu asam urat dan trigliserida, kini saatnya saya mulai curhat.
Awal nya terjadi di pertengahan september 2018, tepat setelah perayaan hari kemerdekaan dengan diadakannya turnamen bulu tangkis antar RT se RW di perumahan yang saya huni, saya dan tim saat itu hanya dapat membawa pulang medali juara tiga, dengan berbagai alasan yang memang tidak perlu di ceritakan. Pertengahan bulan september itu tiba-tiba lutut kiri saya sakit, rasanya seperti terkilir dan saya tidak pedulikan barangkali otot tegang sebab memang beberapa kali sebelum bertanding tidak melakukan pemanasan, Barangkali itu sebabnya pikirku.

Akhir bulan tiba, namun lutut di kaki kiri ini belum kunjung membaik, lalu pulanglah saya ke rumah orang tua di kampung Dahu-Leuwiliang, disana seperti biasanya meminta bantuan bapak untuk sekedar mengurut lutut yang saya kira memang terkilir atau salah urat, namun hingga satu minggu setelah nya kaki ini tak kunjung sehat, karena merasa ada yang aneh, maka saya pun memberanikan diri ke dokter umum di perumahan tempat saya tinggal. DOkter menyarankan test asam urat, dan diketahui hasilnya 7,5 mg/dL, yang normalnya 3,4–7,0 mg/dL. Sudah melebihi batas normal sepertinya walau hanya 0.5 mg/dL, okeh lah sedikit menemukan titik terang mengenai sebab sakitnya lututku ini. Dokter menyarankan untuk menjaga asupan makanan agar asam uratnya tidak parah, disini saya tidak disarankan meminum obat karena masih bisa di usahakan dengan menjaga makan.
Beberapa waktu berlalu, kaki mulai membaik, dan sama seperti manusia lainnya karena merasa baikan kembalilah saya kurang menjaga asupan makanan, dari soto mie, dan makanan lain yang sesungguhnya pantangan saya makan.
Awal bulan November 2018, kaki saya pun kumat lagi, masih sama di lutut sebelah kiri, mencoba bertahan dan kembali menjaga pola makan seperti sebelumnya, namun sepertinya tidak kunjung reda, karena penasaran saya menemui seorang teman di salah satu laboratorium guna meminta tolong untuk check asam urat. Pengambilan darah dilakukan, lalu saya tinggal pulang kerumah. Beberapa jam berlalu, handphone berdering, oh dari temanku yang tadi dilaborat, tak langsung mengatakan hasilnya hanya saja dia menyarankan untuk berobat kedokter, karena Trigliserida nya tinggi, sekitar 871 mg/dL yang normalnya sekitar 150 mg/dL, hampir delapan kali lipat normalnya. Sementara Asam Uratnya malah turun sekitar 5,8 mg/dL.
Terus terang saya ini orang awam untuk masalah kesehatan seperti ini, bahkan setelah mendapat kabar bahwa trigliserida saya tinggipun, saya biasa saja, malah update status WA mengenai hal ini.

Lutut sakit, Antara asam urat atau Trigliserida Tinggi

Lutut sakit, Antara asam urat atau Trigliserida Tinggi

Lutut sakit, Antara asam urat atau Trigliserida Tinggi

Hingga beberapa teman Perawat bahkan dokter mulai berkomentar mengenai status ini, dan mulailah panik, lalu tanpa pikir panjang langsung saja tanya paman google mengenai trigliserida ini, setelah mendapat informasi seperti di atas, kini saya mencoba dan tengah menjalani diet karbo, hari-hari tanpa nasi.
Alhasil Alhamdulillah kaki kiri saya sekarang mulai mereda sakitnya, namun ototnya agak sedikit ketarik, mungkin karena jarang olah raga juga sekarang, namun niat sih selalu ada untuk kembali memulai ber Olah Raga lagi.
Doain ya, semoga bisa sehat kembali.

www.alodokter.com
hellosehat.com

Belum ada Komentar untuk "Lutut sakit, Antara asam urat atau Trigliserida Tinggi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel